Minggu, 15 Desember 2013

Virus Komputer dan Cara Mengatasinya

Pengertian Virus Komputer

Virus komputer adalah Aplikasi atau program pada komputer yang bisa merusak program suatu komputer atau pun juga dapat merusak data dokumen yang terdapat pada komputer, virus komputer membuat pengguna komputer merasa terganggu atau pun tidak menimbulkan pengaruh apa pun. Virus komputer tidak jauh berbeda dengan virus biologi yang menyebar dengan cara menyisipkan diri sendiri ke sel suatu mahluk hidup yang menjadi sasarannya. dan cara kerja Virus komputer menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain.


Suatu Virus pada komputer pada umumnya bisa merusak Software atau perangkat lunak komputer dan tidak secara langsung merusak perangkat keras komputer, virus komputer dapat merusak perangkat keras suatu komputer dengan cara memuat program pada komputer untuk memaksa over process ke perangkat tertentu misalnya VGA, Memory, hardisc atau pun bahkan Procesor. Pengaruh buruk dari virus komputer yang paling utama adalah virus yang selalu memperbanyak diri sendiri, yang dapat membuat sumber daya pada komputer, misalnya pada penggunaan memori, menjadi berkurang. Hampir sembilan puluh lima persen Virus adalah menyerang pada sistem operasi yang berbasis Windows. Sisanya, yaitu dua persen virus menyerang pada sistem operasi Linux / GNU dengan versi kernel dibawah 1.4 (dan Unix, sebagai source dari Linux, tentunya), satu persen menyerang Mac terutama Mac OS 9, Mac OS X (Tiger, Leopard). dua persen lagi menyerang sistim operasi lain seperti FreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun Operating System. 

sebelum komputer kita terserang virus ada baiknya sedikit banyak kita mengetahui jenis-jenis virus komputer. Seperti yang kami kutip dari berbagai sumber, di sini kami akan membagi sedekit ilmu kami dengan anda semua. Macam-macam virus:

1. Virus Compiler, virus yang sudah di compile sehingga dapat dieksekusi langsung. Ini adalah virus yang pertama kali muncul di dunia komputer, dan mengalami perkembangan pesat sekarang. Virs pertama ini sangatlah sulit dibasmi karena dibuat dengan bahasa rendah, assembler. Memang bahasa ini cocok untuk membuat virus namun sangatlah susah menggunakannya. Keunggulan dari virus ini adalah mampu melakukan hampir seluruh manipulasi yang mana hal ini tidak selalu dapat dilakukan oleh virus jenis lain karena lebih terbatas.
2. Virus Bagle BC, virus ini ini termasuk salah satu jenis virus yang berbahaya dan telah masuk peringkat atas jenis virus yang paling cepat mempengaruhi komputer kita. Beberapa jam sejak keluarnya virus ini, sudah terdapat 2 buah varian Bagle ( Bagle BD dan BE )yang menyebar melalui e-mail, jaringan komputer dan aplikasi P2P. Virus ini menyebar melalui e-mail dengan berbagai subyek berbeda. Menurut suatu penelitian dari Panda Software virus Bagle BC ini menyusup ke dalam e-mail dengan subyek antara lain : Re:, Re:Hello, Re:Hi, Re:Thank you, Re:Thanks. Attachment-nya juga bermacam-macam, antara lain : .com, .cpl, .exe, .scr. Virus Bagle BC juga mampu untuk menghentikan kerja program-program antivirus.
3. Virus File, adalah virus yang memanfaatkan file yang dapat diijalankan/dieksekusi secara langsung. Biasanya file *.EXE atau *.COM. Tapi bisa juga menginfeksi file *.SYS, *.DRV, *.BIN, *.OVL dan *.OVY. Jenis Virus ini dapat berpindah dari satu media ke semua jenis media penyimpanan dan menyebar dalam sebuah jaringan.
4. Virus Sistem, atau lebih dikenal sebagai virus Boot. Kenapa begitu karena virus ini memanfaatkan file-file yang dipakai untuk membuat suatu sistem komputer. Sering terdapat di disket/tempat penyimpanan tanpa sepengetahuan kita. Saat akan menggunakan komputer(restart), maka virus ini akan menginfeksi Master Boot Sector dan System Boot Sector jika disket yang terinfeksi ada di drive disket/tempat penyimpanan.
5. Virus Boot Sector, virus yang memanfaatkan hubungan antar komputer dan tempat penyimpanan untuk penyebaran virus.Apabila pada boot sector terdapat suatu program yang mampu menyebarkan diri dan mampu tinggal di memory selama komputer bekerja, maka program tersebut dapat disebut virus. Virus boot sector terbagi dua yaitu virus yang menyerang disket dan virus yang menyerang disket dan tabel partisi.
6. Virus Dropper, suatu program yang dimodifikasi untuk menginstal sebuah virus komputer yang menjadi target serangan. setelah terinstal, maka virus akan menyebar tetapi Dropper tidak ikut menyebar. Dropper bisa berupa nama file seperti Readme.exe atau melalui Command.com yang menjadi aktif ketika program berjalan. Satu program Dropper bisa terdapat beberapa jenis Virus.
7. Virus Script/Batch, awalnya virus ini terkenal dengan nama virus batch seperti yang dulu terdapat di file batch yang ada di DOS.Virus script biasanya sering didapat dari Internet karena kelebihannya yang fleksibel dan bisa berjalan pada saat kita bermain internet, virus jenis ini biasanya menumpang pada file HTML (Hype Text Markup Language) dibuat dengan menggunakan fasilitas script seperti Javascript, VBscript,4 maupun gabungan antara script yang mengaktifkan program Active-X dari Microsoft Internet Explorer.
8. Virus Macro, virus yang dibuat dengan memanfaatkan fasilitas pemrograman modular pada suatu program aplikasi seperti Ms Word, Ms Excel, Corel WordPerfect dan sebagainya. Walaupun virus ini terdapat didalam aplikasi tertentu tetapi bahaya yang ditimbulkan tidak kalah berbahanya dari virus-virus yang lain.
9. Virus Polymorphic, dapat dikatakan virus cerdas karena virus dapat mengubah strukturnya setelah melaksanakan tugas sehingga sulit dideteksi oleh Antivirus.
10. Virus Stealth, virus ini menggunakan cara cerdik, yakni dengan memodifikasi struktur file untuk meyembunyikan kode program tambahan di dalamnya. Kode ini memungkinkan virus ini dapat menyembunyika diri. Semua jenis virus lain juga memanfaatkan kode ini. Ukuran-ukuran file tidak berubah setelah virus menginfeksi file.
11. Virus Companion, virus jenis ini mencari file *.EXE untuk membuat sebuah file *.COM dan menyalin untuk meletakkan virus. Alasannya, file *.COM berjalan sebelum file *.EXE.
12. Worm, ini adalah sebuah program yang bersifat parasit karena dapat menduplikasi diri. Akan tetapi, worm tidak menyerupai virus karena tidak menginfeksi program komputer lainnya. Oleh karena itu, Worm tidak digolongkan ke dalam virus. Mainframe adalah jenis komputer yang sering diserang Worm. Penyebarannya pada komputer lainnya melalui jaringan. Dalam perkembangannya Worm mengalami “mutasi genetik” sehingga selain membuat suatu file baru, ia pun akan berusaha menempelkan dirinya sendiri ke suatu file, ini biasa disebut virus Hybrid.
13. Virus Hybrid, virus ini merupakan virus yang mempunyai dua kemampuan biasanya dapat masuk ke boot sector dan juga dapat masuk ke file. Salah satu contoh virus ini adalah virus Mystic yang dibuat di Indonesia.
14. Trojan horse, disebut juga kuda troya. Trojan menginfeksi komputer melalui file yang kelihatannya tidak berbahaya dan biasanya justru tampaknya melakukan sesuatu yang berguna. Namun akhirnya virus menjadi berbahaya, misalnya melakukan format hardisk.
15. Backdoor Alnica, virus yang juga berbahaya ini merupakan salah satu tipe virus Trojan Horse. Merupakan salah satu virus backdoor yang jika berhasil menginfeksi komputer akan mampu melakukan akses dari jarak jauh dan mengambil segala informasi yang diinginkan oleh si penyerang. Sistem operasi yang diserang oleh virus tersebut antara lain : Windows 200, Windows 95, Windows 98, Windows Me, Windows NT dan Windows XP. Virus ini berukuran sebesar 57.856 byte
16. Trojan di Linux, Para pengguna linux Red Hat diharapkan untuk berhati-hati terhadap PATCH yang dikirm melalui e-mail dengan alamat “security@redhat.com” karena itu sebenarnya bukannya patch security tetapi virus Trojan yang bisa mengacaukan sistem keamanan. E-mail peringatan dari Red Hat biasanya selalu dikirim dari alamat “secalert@redhat.com” dan ditandatangani secara digital. Virus ini juga pernah menyerang sistem keamanan Windows tahun 2003 dengan subyek menawarkan solusi keamanan.
Ternyata Linux juga bisa kena virus. Inilah salah satu akibat perkembangan teknologi. Mulai sekarang, semakin berhati-hatilah dan jangan sembarangan mengcopy sebuah file dari source lain lalu di-paste ke komputer anda. Jangan lupa rajin mengupdate antivirus untuk meningkatkan security komputer.

Jenis-jenis Virus Komputer:

Virus komputer sendiri adalah sebuah istilah umum untuk menggambarkan segala jenis serangan terhadap komputer. Namun, bila dikategorikan dari cara kerjanya, virus komputer dapat dikelompokkan ke dalam kategori sebagai berikut:




  1. Worm - Menduplikatkan dirinya sendiri pada harddisk. Ini membuat sumber daya  komputer (Harddisk) menjadi penuh akan worm itu. 
  2. Trojan - Mengambil data pada komputer yang telah terinfeksi dan mengirimkannya pada pembuat trojan itu sendiri.
  3. Hacking - merupakan serangan langsung dari hacker terhadap komputer pengguna yang mengakses laman internet tertentu, dengan atau tanpa program bantuan yang telah disisipkan di komputer pengguna.
  4. Backdoor - Hampir sama dengan trojan. Namun, Backdoor bisanya menyerupai file yang baik-baik saja. Misalnya game.]
  5. Spyware - Virus yang memantau komputer yang terinfeksi.
  6. Rogue - merupakan program yang meniru program antivirus dan menampilkan aktivitas layaknya antivirus normal, dan memberikan peringatan-peringatan palsu tentang adanya virus. Tujuannya adalah agar pengguna membeli dan mengaktivasi program antivirus palsu itu dan mendatangkan uang bagi pembuat virus rogue tersebut. Juga rogue dapat membuka celah keamanan dalam komputer guna mendatangkan virus lain.
  7. Rootkit - Virus yang bekerja menyerupai kerja sistem komputer yang biasa saja. Biasanya, antivirus ini sulit dideteksi oleh antivirus.
  8. Polymorphic Virus Virus yang gemar beubah-ubah agar tidak dapat terdeteksi.
  9. Metamorphic Virus Virus yang mengubah pengkodeannya sendiri agar lebih sulit dideteksi. 
  10. Virus Telepon Seluler - merupakan virus yang khusus berjalan di telepon seluler, dan dapat menimbulkan berbagai macam efek, mulai dari merusak telepon seluler, mencuri data-data di dalam telepon seluler, sampai membuat panggilan-panggilan diam-diam dan menghabiskan pulsa pengguna telepon seluler. 
  11. Cara Mengatasi Virus Komputer


    Serangan virus dapat dicegah atau ditanggulangi dengan menggunakan perangkat lunak Antivirus. Jenis perangkat lunak ini dapat juga mendeteksi dan menghapus virus komputer. Virus komputer ini dapat dihapus dengan basis data / database/ Signature-based detection, heurestik, atau peringkat dari program itu sendiri / Quantum. Digunakan oleh Norton.
    Contoh antivirus yang bisa diandalkan dan menangkal virus adalah Kaspersky, Panda, Symantec, BitDefender, avast!, AVG, Avira AntiVir, Norton, Norman, McAfee, dan lain sebagainya. dan jika kalian mau mendownload program software antivirus yang di atas kalian bisa mengklik link ini http://www.filehippo.com/ 
    dan kalian juga bisa mengatasi virus komputer tanpa menggunakan anti virus , berikut TIPS-TIPS kami
    yang pertama untuk menghindari virus komputer menginfeksikan ke komputer,kita harus berhati hati dalam proses melakukan transfer data baik itu dari flashdisk,memory hp,maupun jaringan internet,serta untuk pencegahan kita perlu menampilkan file file yang di sembunyikan (dihidden).Hapus file file virus 


Manfaat fasilitas yang disediakan windows yang berupa windows explorer untuk menemukan file file yang dicurigai sebagai virus
  1. Nonaktifkan proses virus 
Hal ini sangatlah penting dilakukan.Biasanya proses virus berbentuk ikon yang berupa folder juga berbentuk file microsoft word.Gunakan aplikasi seperti process explorer,pocket killbox,showkill process dan lain sebagainya
 
  1. Pulihkan Registry 
Jika tidak melakukan hal ini,maka virus bukan tidak mungkin dapat merusak lagi komputer kita.Hapus juga entry schedule task yang dibuat virus jika ada.
5. Nonaktivkan system restore 
Fasilitas yang disediakan oleh windows ini berfungsi dalam mengembalikan konfigurasi sistem kedalam konfigurai sistem yang sebelumnya.Ini penting dilakukan agar tidak kembali ke konfigurasi sistem sebelumnya yang telah dirusak virus. 
6. Munculkan file file yang di sembunyikan oleh virus.
 

Sabtu, 14 Desember 2013

Aplikasi Umum yang berhubungan dengan e-Commerce yang diterapkan di PT. Bakrie Telecom, Tbk.

1. E-mail dan Messaging

Semua komunikasi yang digunakan di BTEL adalah melalui Email, hal ini sangat mendukung semua proses kerja di BTEL, sehingga semua keputusan dapat diambil dengan  mudah dan waktunya cepat.   

2. Content Management Systems

Content management systems yang digunakan di BTEL atau biasa di sebut dengan CMS sebenarnya merupakan suatu sistem yang di gunakan untuk mempermudah dalam memfasilitasi pembuatan, pengelolaan, pembaharuan, dan publikasi content pada sebuah situs website ataupun blog. Dengan adanya content management system (cms) yang terintegrasi pada suatu website atau blog, seseorang dalam melakukan pengelolaan situs yang dinamis beserta isi data content nya yang berupa informasi dalam bentuk teks, grafik, images, video maupun dalam format lainnya semakin di permudah bahkan untuk orang awan sekalipun dapat mengelolah suatu website ataupun blog beserta isi content nya dengan sangat cepat dan mudah . 

3. Dokumen, spreadsheet, database

Semua dokumen yang dikelola di BTEL disimpan dan dikelola dalam data base yang disimpan secara teratur. 

4. Akunting dan sistem keuangan

Data keuangan dan pelaporan yang ada di BTEL dikelolah dengan sangat canggih oleh sistem yang secara terintegrasi dari semua bagian dan cabang yang menginput transaksi. Adapun laporan yang ada adalah  Income statement, balance sheet laporan perubahan modal, dan banyak lagi laporan yang dibutuhkan oleh bagian-bagian terkait untuk dapat dibuat sebagai dasar pengambilan keputusan. 

5. Informasi pengiriman dan pemesanan 

Informasi pengiriman dan pemesanan semua keperluan pengadaan barang yang diperlukan juga sudah menggunakan cara  automatically order, yang dikelola dengan baik dalam memenuhi semua kebutuhan di semua cabang maupun di semua bagian yang memerlukan , di BTEL semua proses tersebut dikelola oleh
procurement. 

6. Pelaporan informasi dari klien dan enterprise

Pelaporan informasi yang di dapat dari klien dan enterprice sudah dikoordinasikan dengan baik di  PT. Bakrie Telecom, Tbk, sehingga semua informasi yang diperlukan dengan cepat bisa didapatkan dari klien dalam hal ini mitra kerja dari pada BTEL. 

7. Newsgroup

BTEL memiliki suatu media news group, yang setiap saat dapat diakses oleh semua karyawan melalui portal BTEL, adapun nama newsnya adalah “Esia All News”, media ini sangat mudah diakses, dan banyak informasi yang didapat, dan media ini dapat memberikan informasi secara online. 

8. Conferencing

Conferencing yang dilakukan di BTEL sudah dilakukan dengan sistem yang baik sehingga pada saat melalukan conference tidak ada lagi pembatas lokasi, kemudahan seperti ini memberikan keefektifan kerja , dalam menyampaikan informasi – informasi yang sesegera mungkin disampaikan. 

Di BTEL sendiri, salah satu departemen yang paling penting dan merupakan  komponen utama dalam proses bisnisnya adalah IT BSS (Business Support System). IT BSS (Business Support System) merupakan komponen penting pada perusahaan telekomunikasi untuk mendukung dan menjalankan operasi bisnis utama kepada pelanggan berupa layanan komunikasi end-to-end. BSS bertanggung jawab di 4 area penting
perusahaan : 

a. Product Management

BSS mendukung pembangunan produk, manajemen harga layanan, kegiatan penjualan, mendukung manajemen produk (product life cycle), dan mensinergikan produk dengan kebutuhan pelanggan. 

b. Customer Management

BSS mendukung interaksi, layanan informasi, serta penyelesaian masalah pelanggan selama 1 hari penuh 24 jam dan 7 hari dalam seminggu. Customer management bertanggung jawab mengelola pelanggan agar tetap loyal dengan perusahaan. 

c. Revenue Management

BSS mendukung perolehan pendapatan berupa perhitungan tagihan ke pelanggan, perhitungan pendapatan berdasarkan tiap jenis layanan, perhitungan kerugian karena kesalahan konfigurasi di elemen jaringan atau kesalahan vendor, serta kelayakan produk untuk tetap dijalankan oleh perusahaan. 

d. Order Management

BSS mendukung proses produksi dan distribusi reguler, pemesanan (order) produksi untuk acara atau wilayah khusus, pemesanan komponen keperluan produksi ke vendor, serta change/ service request terhadap konfigurasi elemen jaringan, layanan, dan produk.

Tugas utama IT BSS adalah menangani kebutuhan perusahaan untuk melayani  pelanggan dan menghasilkan revenue. Keterlambatan delivery aplikasi dari ITT BSS menyebabkan perusahaan kehilangan momen yang paling tepat untuk melakukan launching layanan baru dan menciptakan peluang bagi perusahaan kompetitor untuk lebih dahulu merebut pelanggan. Pekerjaan yang diterima IT BSS berasal dari user / requestor,
yaitu tim commerce (product management, product operation, sales, Customer Relationship Management (CRM) dan lainnya).

Sistem Informasi Manajemen PT BAKRIE TELECOM, TBK

DEFINISI E-COMMERCE 

E-commerce (electronic commerce) merupakan istilah yang digunakan oleh perusahaan untuk menjual dan membeli sebuah produk secara online. E-commerce didefinisikan dari beberapa perspektif (Kalakota dan Whinston, 1997) yaitu berdasarkan komunikasi, proses bisnis, layanan, dan online. 

Definisi e-commerce berdasarkan beberapa prespektif yang telah disebutkan yaitu : 

1. Perspektif Komunikasi (Communications)
Menurut perspektif ini, e-commerce merupakan pengiriman informasi, produk/jasa, dan pembayaran melalui lini telepon, jaringan komputer atau sarana elektronik lainnya. 

2. Perspektif Proses bisnis (Business) 
Menurut prespektif ini, e-commerce merupakan aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan (work flow). 

3. Perspektif layanan (Service)
Menurut perspektif ini, e-commerce merupakan satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan mutu barang dan ketepatan pelayanan.
4. Perspektif Online (Online)
Menurut perspektif ini, e-commerce berkaitan dengan kapasitas jual beli produk dan informasi di internet dan jasa online lainnya.  

Secara umum O’Brien (2005) menjelaskan bahwa e-commerce mengubah bentuk persaingan, kecepatan bertindak, dan perampingan interaksi, produk dan pembayaran dari pelanggan ke perusahaan dan dari perusahaan ke pemasok. Sedangkan Anneahira.com memberikan pengertian bahwa e-commerce merupakan penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet, televisi, atau jaringan komputer lainnya. 
Dalam perkembangannya, e-commerce digunakan tidak hanya sekedar untuk membeli dan menjual suatu produk tetapi e-commerce meliputi seluruh proses pada : pengembangan, pemasaran, penjualan, pengiriman, pelayanan, dan pembayaran untuk berbagai produk dan jasa yang diperjual belikan di pasar global dengan dukungan dari jaringan para mitra bisnisnya di seluruh dunia. Beberapa perusahaan terkenal yang merupakan perusahaan e-commerce seperti : eBay, Yahoo, Amazon.com, Google, Paypal, Wal-Mart, dan lain sebagainya.

2.  KATEGORI DAN TREND E-COMMERCE

Setidaknya terdapat tiga kategori utama e-commerce yang ada di dunia bisnis, yaitu e-commerce Business-to-Consumer (B2C), e-commerce Business-to-Business (B2B), dan e-commerce Consumer-to-Consumer(C2C) serta ditambah dengan e-commerce Businessto-Government (B2G).

1. E-commerce Business-to-Consumer (B2C)
Perusahaan e-commerce yang masuk kategori B2C ini memasarkan produk dan jasanya langsung dengan customer (retail) seperti pembelian di Amazon.com yang merupakan toko buku virtual yang menjual buku melalui web sitenya. Perusahaan yang menggunakan bentuk e-commerce B2C ini harus mengembangkan situs web yang menarik untuk para pelanggannya misalnya dengan tersedianya pajangan virtual dan katalog multimedia, proses pesanan yang interaktif, dan sistem pembayaran yang aman. Karakteristik pada e-commerce B2C ini adalah terbuka untuk umum karena informasi disebarkan untuk umum dan servis yang diberikan bersifat umum juga (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. 

2. E-commerce Business-to-Business (B2B)
Bentuk e-commerce B2B ini menggambarkan sebuah pasar e-business yang terjadi antara dua perusahaan/organisasi seperti Wal-Mart dan Warner-Lambert. Karakteristik yang dimiliki oleh perusahaan e-commerce B2B ini biasanya karena trading partner yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan
(relationship) yang cukup lama sehingga sudah sama-sama memiliki kepercayaan.

3. E-commerce Consumer-to-Consumer (C2C)
Kategori e-commerce C2C ini menggambarkan customer melakukan penjualan langsung kepada konsumen lainnya seperti e-Bay yang merupakan tempat lelang online, dimana para pelanggan dan juga perusahaan saling membeli dan menjual ke satu sama lainnya melalui proses lelang secara online. Contoh bentuk e-commerce C2C yang lain seperti : iklan personal elektronik suatu produk atau jasa yang digunakan untuk menjual ataupun membeli di situs koran elektronik, portal ecommerce pelanggan,atau situs web personal.

3.  TREND APLIKASI E-COMMERCE  

E-commerce telah mengubah cara bagaimana perusahaan melakukan bisnisnya baik dalam lingkup internal maupun dengan lingkungan eksternalnya seperti dengan para pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis lainnya. Trend dari aplikasi e-commerce di banyak perusahaan telah banyak bergeser sejalan dengan semakin banyak pengalaman yang dimiliki perusahaan dalam menjalankan e-commerce selama ini. 
Trend aplikasi e-commerce di beberapa bentuk kategori bisnis e-commerce adalah sebagai berikut : 

1. Pada kategori e-commerce B2C, dimana perusahaan memasarkan produk dan jasanya langsung kepada customer (retail) melalui web, telah berpindah dari yang hanya menawarkan informasi multimedia di situs web perusahaan (brochureware) menjadi penawaran produk dan jasa melalui katalog elektronik di web dan bahkan sampai pada terjadinya transaksi penjualan secara online. Trend aplikasi ecommerce
B2C untuk jangka panjang telah mengalami perubahan dari pajangan toko web sederhana menjadi sebuah situs web berkemampuan pemasaran interaktif yang mampu memberikan pengalaman unik dalam berbelanja di web bagi para pelanggannya, selanjutnya menuju toko web yang memiliki layanan penuh atau terintegrasi untuk mendukung pengalaman belanja pelanggan, kemudian berkembang menuju model penjualan web mandiri sebagai tempat para pelanggan dalam  mengkonfigurasikan dan menyesuaikan berbagai produk dan jasa yang mereka inginkan, kemudian dikembangkan pula portal web ritel B2C yang luas, dan pada akhirnya dimungkinkan semua aktivitas e-commerce dalam B2C akan dijalankan sepenuhnya melalui e-business. 

2. Pada kategori e-commerce B2B, dimana menggambarkan sebuah pasar e-business yang terjadi antara dua perusahaan telah berpindah cepat dari layanan mandiri di web ke kemampuan konfigurasi serta penyesuaian dan ekstranet yang menghubungkan para mitra bisnisnya. Pada perkembangannya e-commerce B2B juga memiliki kecenderungan untuk menggunakan portal e-commerce B2B yang menyediakan berbagai katalog, proses jual beli, dan pasar lelang untuk para pelanggan dari bidang bisnis dalam atau lintas industri. Pada akhirnya dimungkinkan pula e-commerce dalam B2C ini akan dijalankan sepenuhnya melalui e-business. 

2. PROSES E-COMMERCE 

Dalam proses e-commerce, perusahaan membutuhkan beberapa komponen utama agar operasi dan manajemen aktivitas e-commerce nya berjalan dengan baik. Komponen-komponen pokok yang memiliki peran penting dalam proses e-commerce berikut :  

1. Pengendalian Akses dan Keamanan 
Situs e-commerce harus memberikan rasa percaya dan akses yang aman untuk berbagai pihak dalam transaksi e-commerce, misalkan dengan adanya kata kunci (password), kunci enskipsi, sertifikasi, atau tanda tangan digital. Kemudian ada otorisasi akses yang hanya ke bagian tertentu saja sehingga hanya para pelanggan yang terdaftar saja yang dapat mengakses informasi dan aplikasi yang ada. Pengendalian akses dan keamanan ini perlu dilakukan untuk melindungi sumber daya situs e-commerce dari berbagai ancaman seperti hacker, pencurian password atau menghindari kegagalan sistem. 

2. Membuat Profil dan Personalisasi
Proses pembuatan profil dan personilasasi menggunakan alat pembuat profile  seperti pendaftaran, file cookie, software penelusur perilaku dalam situs web dan respon pemakai. Profil ini digunakan untuk mengenali kita sebagai pemakai individual, memberikan tampilan personalisasi, saran atas produk dan iklan web. Tujuan proses pembuatan profile ini untuk tujuan manajemen rekening, pembayaran, mengumpulkan data mengenai manajemen hubungan pelanggan, perencanaan pemasaran, dan untuk manajemen situs web itu sendiri. 

3. Manajemen Pencarian
Software e-commerce harus meliputi komponen mesin pencari situs web untuk dapat membantu para pelanggannya dalam menemukan produk dan jasa tertentu yang mereka inginkan untuk dievaluasi atau dibeli. 

4. Manajemen Isi dan Katalog
Isi e-commerce sebagian besar berbentuk katalog multimedia yang memuat informasi produk sehingga membuat dan mengelola catalog merupakan rangkaian utama dari manajemn isi. Software manajemen isi tersebut bekerja dengan alat pembuat profile yang sudah disebutkan sebelumnya. Software manajemen isi akan membantu perusahaan e-commerce untuk mengembangkan, menghasilkan, mengirimkan, memperbaharui, dan menyimpan data teks serta informasi multimedia di situs web e-commerce. Selanjutnya manajemen isi dan katalog dapat diperluas untuk memasukkan proses konfigurasi produk yang akan  mendukung layanan mandiri berbasis web dan penyesuaian massal atas berbagai produk perusahaan. 

5. Manajemen Arus Kerja 
Sistem arus kerja e-business digunakan untuk membantu para karyawan secara elektronik bekerja sama untuk menyelesaikan tugas pekerjaan dengan menggunakan mesin software arus kerja (workflow software engine). Sistem ini memastikan bahwa transaksi, keputusan, dan aktivitas kerja yang tepat dilakukan, serta data dan dokumen yang benar telah dikirimkan ke para karyawan, pelanggan, pemasok, dan pihak stakeholder. 

6. Pemberitahuan Kegiatan
Proses pemberitahuan kegiatan (event notification) memainkan peranan penting dalam sistem e-commerce karena sistem ini digunakan untuk memonitor semua proses e-commerce dan mencatat semua kegiatan yang relevan, termasuk perubahan mendadak atau ketika dalam masalah. Sistem ini akan memberitahukan kepada para pelanggan, pemasok, dan pegawai serta stakeholder mengenai semua kegiatan transaksi yang berkaitan dengan status mereka dengan melalui pesan elektronik seperti e-mail, newsgroup, penyeranta (pager), atau fax.  

7. Kerjasama dan Perdagangan
Tujuan utama e-commerce adalah untuk mendukung kesepakatan kerjasama dan layanan perdagangan yang dibutuhkan oleh para pelanggan, pemasok, dan stakeholder lainnya. Seperti halnya dalam e-business, sistem e-commerce juga fokus menumbuhkan komunitas berkepentingan online untuk meningkatkan layanan pelanggan dan membangun loyalitasnya. 

8. Proses Pembayaran Elektronik 
Pembayaran sebagai proses nyata dan penting dalam transaksi e-commerce. Sekarang ini sebagian besar sistem e-commerce yang terlibat dalam web dan bisnis B2C menggunakan proses pembayarannya dengan kartu kredit. 

3. E-COMMERCE SUCCESS FACTORS 

Dalam menciptakan perusahaan e-commerce yang sukses dan berkelanjutan maka secara umum tentunya perusahaan harus mencari cara untuk dapat membangun kepuasan, loyalitas, dan hubungan baik dengan para pelanggan secara online agar mereka tetap kembali ke toko web perusahaan kita. Kunci keberhasilan perusahaan ritel elektronik adalah ketika perusahaan mampu mengoptimalkan beberapa faktor sukses e-commerce seperti berikut :   

1.Selection and Value
Faktor Pilihan dan nilai meliputi : pilihan produk yang menarik, harga  yang bersaing, jaminan kepuasan, dan dukungan pelanggan setelah penjualan. 
2. Performance and Service  
Faktor Kinerja dan pelayanan meliputi : navigasi, proses belanja, dan pembelian serta konfirmasi pengiriman yang cepat dan mudah. 

3. Look and Feel
Faktor Tampilan dan rasa yakni meliputi : pajangan web, situs web, area belanja, produk multimedia, halaman katalog dan fitur belanja yang menarik. 

4. Advertising and Incentives 
Faktor Iklan dan insentif meliputi : web dan promosi e-mail bersasaran serta penawaran khusus, termasuk iklan di berbagai situs afiliasi. 

5. Personal Attention 
Faktor perhatian personal meliputi : halaman web personal, saran produk yang dipersonalisasi, iklan web dan pemberitahuan e-mail, serta dukungan interaktif untuk semua pelanggan. 

6. Community Relationship 
Faktor hubungan dengan komunitas meliputi komunitas virtual para pelanggan, pemasok, perwakilan perusahaan, dan lain-lainnya melalui newsgroup, ruang bincang, serta berbagai hubungan ke situs-situs terkait. 

7. Security and Reliability 
Faktor keamanan dan keandalan meliputi keamanan informasi pelanggan dan transaksi di situs web, informasi produk yang dapat dipercaya, serta pemenuhan pesanan yang dapat diandalkan. 

4. BUSINESS-TO-BUSINESS E-COMMERCE 

Secara umum aktifitas e-commerce mencakup berbagai aktivitas mulai dari direct marketing, search jobs, online banking, banking, e-government, e-purchasing, B2B exchanges, ccommerce, m-commerce, auctions, travel, online publishing dan consumer services. Dalam aplikasinya e-commerce dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu business to business (B2B) dan business to customer (B2C). Secara umum aktivitas dari B2B ini seperti trading partners dan pertukaran data yang dilakukan secara rutin antara pebisnis. Sedangkan aktivitas B2C itu seperti perusahaan retail yakni perusahaan mempromosikan produk dan jasa, melayani
customernya melalui katalog elektronik di web sampai pada transaksi penjualan yang semuanya dilakukan secara online, dan dalam perkembangannya B2B lebih pesat dibandingkan B2C.  Business to Business  E-Commerce umumnya menggunakan mekanisme EDI (Electronic Data Interchange), tetapi karena begitu banyaknya standarisasi yang ada, dalam pelaksanaannya menyulitkan antara pebisnis untuk saling berinteraksi sehingga  berkembanglah dewasa ini yang dinamakan Extensible Markup Language (XML) yang
dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C), dimana dalam XML ini tersimpan struktur dan jenis elemen data di dalam dokumennya yang berbentuk tags seperti HTML sehingga sangat efektif digunakan dalam sistem yang berbeda. Sehingga yang sebelumnya EDI menggunakan jaringan yang sering disebut VAN (Value Added Network) dengan populernya jaringan internet mulai dikenal sebuah sistem yang disebut EDI over internet dan sistem lainnya yang sedang berkembang seperti electronic/internet procurement dan ERP (Enterprise Resource Planning).

5. BUSINESS-TO-CUSTOMER E-COMMERCE  

Sedangkan aktivitas Business to Cunsumer e-commerce (B2C) itu seperti perusahaan retail yakni perusahaan mempromosikan produk dan jasa, melayani customer melalui katalog elektronik di web sampai pada terjadinya transaksi penjualan yang semuanya dilakukan secara online menggunakan media internet.  
Pada umumnya Business to Customer e-commerce (B2C) menggunakan internet dengan berbagai model pendekatan seperti electronic shopping mall atau dengan konsep portal. Keduanya menggunakan website sebagai basisnya. Aktifitas electronic shopping mall lebih kepada mempromosikan produk dan service yang ada dengan dukungan online catalog dan sebagainya. Sedangkan dalam konsep portal lebih ke pelayanan yang lebih kompleks dimana electronic shopping mall juga termasuk didalamnya, dengan tetap berbasis pada website, di dalam portal ini juga terdapat pelayanan lainnya seperti e-mail, online database, news dan sebagainya. 

6. E-COMMERCE MARKETPLACES 

Implementasi e-commerce menuntut pergeseran paradigma secara fundamental, dari yang semula marketplace yang menekankan interaksi secara fisik antara penjual dan pembeli menjadi marketspace yang mengandalkan transaksi elektronik. Dalam traditional marketplace, lalu lintas informasi, produk/jasa, dan pembayaran bersifat fisik (location based). Dengan kata lain, model bisnis yang berlaku adalah geographic business model. Sebaliknya, dalam dunia virtual marketplace, aliran informasi produk, proses komunikasi
antara produsen dan konsumen, distribusi barang/jasa dan transaksi berlangsung dalam dunia maya/virtual. 

Lima tipe utama dalam  aplikasi e-commerce marketplace yang digunakan pada bisnis saat ini yaitu :  
1. One to Many : Sell-Side Marketplaces
Tipe ini disebut Pasar penjual (sell-side), dimana dalam pasar ini dikendalikan oleh satu supplier utama, yang menyajikan produk katalog dan daftar harga seperti : perusahaan Cisco.com and Dell.com. 

2. Many to One : Buy-Side Marketplace
Tipe ini disebut Pasar pembeli (buy-side), dimana para supplier tertarik untuk datang ke banyak orang yang berkumpul untuk melakukan pertukaran, kemudian mereka menawarkan bisnisnya  pada seorang pembeli utama, seperti perusahaan GE atau AT&T. 

3. Some to Many : Distribution Marketplace
Tipe ini disebut Pasar distribusi, dimana sekelompok supplier utama mengkombinasikan produk katalog mereka untuk menarik perhatian para pembeli yang lebih banyak, seperti perusahaan verticalNet dan Work.com.

4. Many to Some : Procurement Marketplace
Tipe ini disebut Pasar pengadaan, dimana sekelompok pembeli utama mengkombinasikan katalog/daftar pembelian mereka untuk lebih menarik para supplier agar lebih berkompetisi dan bisa mendapatkan harga yang lebih rendah, seperti perusahaan Auto industri Convisint dan industri energi Pantellos.
  
5. Many to Many : Pasar Lelang
Tipe ini disebut juga Pasar lelang, dimana terdapat banyak pembeli dan banyak juga penjual yang dapat menciptakan berbagai “para pembeli” atau “para penjual” yang dengan dinamis akan mengoptimalkan terciptanya harga, seperti perusahaan eBay dan FreeMarkets.  

7. WEB BASED MODEL UNTUK E-COMMERCE

1. Model Brokerage 
Broker adalah sebagai pembuat pasar:  mereka akan membawa pembeli dan penjual secara bersama-sama dan memfasilitasi transaksi pembelia/penjualan. Broker memainkan frekuensi dalam kaitan pasar di dalam B2B, B2C ataupun C2C.  Pada umumnya broker akan mengenakan tariff fee ataupun komisi untuk setiap transaksi dimana ketentuan penentuan komisi tersebut akan bervariasi.

2. Model Periklanan 
Model jaringan periklanan merupakan perluasan dari model media penyiaran tradisional.  Penyiar, dalam hal ini, jaringan website, menyediakan content (isi), biasanya gratis dan pelayanan baik email, chat maupun forum diskusi yang dikombinasikan dengan pesan-pesan periklanan dalam ikon-ikon di dalam media website tersebut.  Ikon-ikon tersebut bisa jadi merupakan sumber pendapatan bagi penyiar.  Penyiar bisa jadi merupakan pembuat content (isi) termasuk proses distribusinya.  Model periklanan akan efektif berjalan ketika jumlah yang melihat tampilan website dalam jumlah besar. Portal, adalah titik permulaan (awal)
kepada jaringan (web), biasanya merupakan mesin pencarian yang termasuk dalam diversifikasi isi dan pelayanan.  Volume yang tinggi membuat proses periklanan menciptakan keuntungan dan mengizinkan untuk diversifikasi pelayanan lebih jauh. 

3. Model Infomediary
Meliputi data tentang pelanggan dan kebiasaannya dalam konsumsi yang bernilai, terutama ketika informasi yang ada dianalisis dan dipakai untuk kampanye pemasaran.  Pengumpulan data secara independen tentang produser dan produk yang dihasilkan sangat dibutuhkan oleh pelanggan ketika mempertimbangkan pembelian.  Beberapa fungsi perusahaan sebagai infomediary (media informasi) membantu pembeli dan atau penjual memahami pasar.  Infomediary meliputi : 
1. Jaringan Periklanan
2. Pelayanan Pengukuran Audien
3. Marketing Insentive
4. Metamediary, memfasilitasi transaksi antara pembeli dan penjual dengan  menyediakan informasi secara komprehensif dan pelayanan menyeluruh, tetapi tidak melibatkan pertukaran barang dan jasa di antara pihak-pihak yang terkait.

4. Model Vendor (Merchant)
Penjual dan retailer dari barang dan jasa.  Penjualan mungkin dibuat berdasarkan daftar harga atau pelalui proses lelang.  Model vendor meliputi : 
1. Virtual Merchant
2. Katalog Merchant
3. Click dan Mortar
4. Bit Vendor

5. Model Manufacturer (Direct)  
Manufactur atau „Model Langsung” diprediksikan bahwa kekuatan dari jaringan Web memberikan pabrik-pabrik (manufacturers) untuk menjangkau pembeli secara langsung dan menawarkan jalur distribusi.  Model Manufacturer ini dapat didasarkan kepada efisiensi, meningkatkan pelayanan pelanggan dan pemahaman
lebih baik dari pelanggan. 

6. Model Afiliasi 
Kebalikan dari model portal, yang mempunyai objektif untuk mendapatkan volume yang tinggi, Model Afiliasi ini menyediakan kesempatan dalam hal pembelian dimana pelanggan dapat melakukan browsing.  Model ini menawarkan insentif keuangan untuk melakukkan afiliasi dengan situs partner. 

7. Model Komunitas 
Model komunitas ini didasarkan pada loyalitas pelanggan/pemakai.  Pemakai mempunyai investasi yang tinggi dalam hal waktu dan emosi.  Pendapatan dapat didasarkan dari penjualan barang dan jasa atau kontribusi secara sukarela.  Model ini meliputi : 
1. Model Sumber terbuka
2. Model Penyiaran Publik
3. Jaringan Pengetahuan 

8. Model Subscripsi 
Pengguna dikenakan charge secara periodic, baik harian, bulanan maupun tahunan untuk mendapatkan pelayanan.  Hal ini tidak biasa dilakukan untuk situs kombinasi antara gratis dan fee keanggotaan.  Fee dikenakan dalam hal contents service, person-to-person pelayanan jaringan, service kepercayaan dan provider internet. 

9. Model Utility 
Utility model adalah model yang menerapkan tariff kepada pengguna.  Model ini sering digunakan oleh layanan-layanan penting, seperti listrik, air dan layanan telepon. ISP pada sebagian belahan dunia dapat beroperasi berdasarkan utility model.  Model ini menerapkan tariff atas koneksi berdasarkan waktu.

Selasa, 10 Desember 2013

Aplikasi Komputer yang digunakan Perusahaan Smartfren

Hardware yang terdapat di perusahaan smartfren :
-          200 unit PC karyawan
Spesifikasi minimal :        hardisk minimal 80GB
                                                Memory minimal 512MB
                                                Procesor minimal 4p
                                                2,00GHz, recomendasi Dual Core atau Core 2 Duo
-          5 unit printer
Spesifikasi           :               Fuji Xerox DocuCentre

-          1 unit server
Spesifikasi           :               Microsoft SQL server 2008
                                                Windows Server

-          1 unit routr wi-fi
Spesifikasi           :               Cisco-Linksys WRT160N
                                                Wireless-N Broadband Router

SOFTWARE YANG DIGUNAKAN PERUSAHAAN SMARTFREN
-          Software yang digunakan Smartfren tidak terlalu banyak, karena perusahaan ini bergerak di bidang Telekomunikasi, software yang digunakan antara lain :

_ ORACLE indonesia        (ERP, Z-smart)
                Software ini digunakan dalam proses transaksi sales, Inventory dan logistik



Aspek Psikologis yang dihadapi perusahaan Smartfren

A. Peran Psikologi Perusahaan
Dalam perjalanannya sebagai sebuah ilmu, Psikologi telah banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan organisasi atau perusahaan. Teori, hasil penelitian dan teknik-teknik atau metode tentang perilaku organisasi telah banyak diaplikasikan oleh perusahaan dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas. Para lulusan Psikologi yang berkarir dalam dunia bisnis juga telah banyak menunjukkan peranan penting mereka dalam pengembangan sumber daya manusia di perusahaan-perusahaan tempat mereka bekerja. Permasalahannya adalah masih banyak orang yang belum dapat melihat peran tersebut karena memang cenderung “implisit” artinya seringkali tidak langsung dapat dilihat secara finansial.

B. Psikologi Industri dan Organisasi
Psikologi dalam pengertian umum adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah-laku manusia. Bagi orang awam seringkali Psikologi disebut dengan ilmu jiwa karena berhubungan dengan hal-hal psikologis/kejiwaan. Sama seperti ilmu-ilmu yang lain, maka Psikologi memiliki beberapa sub bidang seperti Psikologi Pendidikan, Psikologi Klinis, Psikologi Sosial, Psikologi Perkembangan, Psikologi Lintas Budaya, Psikologi Industri & Organisasi, Psikologi Lingkungan, Psikologi Olahraga, dan Psikologi Anak & Remaja. Dari beberapa sub bidang tersebut Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) merupakan bidang khusus yang memfokuskan perhatian pada penerapan-penerapan ilmu Psikologi bagi masalah-masalah individu dalam perusahaan yang
secara khusus menyangkut penggunaan sumber daya manusia dan perilaku organisasi.

C. Bagaimana Psikologi Berperan
Secara umum berbagai teori, metode dan pendekatan Psikologi dapat dimanfaatkan di berbagai bidang dalam perusahaan. Salah satu hasil riset yang dilakukan terhadap para manager HRD menunjukkan bahwa lebih dari 50% responden menyebutkan Psikologi Industri dan Organisasi memberikan peran penting pada area-area seperti pengembangan manajemen SDM (rekrutmen, seleksi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan), motivasi kerja, moral dan kepuasan kerja. 30% lagi memandang hubungan industrial sebagai area kontribusi dan yang lainnya menyebutkan peran penting PIO pada disain struktur organisasi dan desain pekerjaan. KEWIRAUSAHAAN Psikologi

Perusahaan Smartfren
Hasil riset tersebut di atas mungkin hanya menggambarkan sebagian besar area dimana Psikologi dapat berperan. Satu hal yang belum disebutkan di atas misalnya peran para psikolog dalam menangani individu-individu yang mengalami masalah-masalah psikologis melalui employees assistant program (EAP) atau pun klinik yang dimiliki oleh perusahaan Smartfren. Penanganan individu yang mengalami masalah psikologis sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas dan kinerja perusahaan Smartfren. Hal tersebut sangatlah wajar mengingat bahwa perusahaan digerakan oleh individu-individu yang saling berinteraksi di dalamnya.
Dalam kenyataan sehari-hari banyak faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Faktor-faktor tersebut seringkali tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan-pendekatan lain di luar psikologi. Contoh: dalam suatu team yang terdiri dari para pakar yang sangat genius seringkali justru tidak menghasilkan performance yang baik dibandingkan dengan sebuah team yang terdiri dari orang-orang yang berkategori biasa-biasa saja.

D. Psikologi Perusahaan Sebagai Profesi

Psikologi industry menekankan pada perilaku manusia dalam kegiatan perusahaan sebagai
berikut:
a. Tenaga kerja sebagai asset kekayaan
Motivasi kerja
Kondisi kerja
Penilaian kerja
Kepuasan kerja
Pelatihan dan pengembangan kerja
Kepemimpinan
Organisasi kerja
Stress dan keselamatan kerja

b. Konsumen
1. Dilihat sebagai individu (manusia), ada yang berperilaku :
Ekonomis
Estetika (keindahan)
Prestise (gengsi)
2. Dilihat dari aktivitas/ kegiatan berperilaku :
Mentalitas (ingin tahu, ingin memiliki, membuat keputusan)
Fisik (mencari, membeli dan menggunakan)

c. Produk perusahaan
Perilaku yang berhubungan dengan produk barang/jasa perusahaan adalah:
Jenis produk
Kemasan produk
Bentuk produk
Pelayanan Kewirausaha Psikologi

Manfaat dari Psikologi Perusahaan/Industry dan Psikologi Konsumen

Pertumbuhan perusahaan maupun industry yang cepat
Pada waktu industry berkembang dengan cepat dan meningkat dua kali
Merangsang konsumen untuk membeli
Memperbesar laba usaha
Kontinuitas laba usaha